Alasan Kucing Tidak Mau Makan
Umum

Kucing Tidak Mau Makan

Sebagai pemilik, melihat kucing makan lahap adalah salah satu kelegaan tersendiri. Lega karena kucing nantinya bisa tumbuh sehat. Dan senang karena kita berhasil menyediakan makanan yang sangat disukai kucing. Akan tetapi, ada kalanya kucing tidak mau makan.

Di mana, kucing hanya datang melihat mangkuk makanan lalu pergi tidur di pojok ruangan. Hal ini membuat pemilik kucing panik dan tergesa-gesa membawanya ke dokter. Nggak perlu panik seperti itu. Kamu perlu melakukan observasi terlebih dahulu untuk tahu penyebab kucing tidak mau makan. Kalau si kucing tidak mau makan karena sakit baru bawa ke dokter. Berikut 5 alasan kenapa kucing tidak mau makan yang kami kutip dari situs goldenmaze.net.

1. Sakit

Ketika melihat kucing kesayangan tidak mau makan, apa yang pertama kali kamu pikirkan? Yap! Kucing sedang sakit.

Memangnya sakit apa? Kucing bisa tidak mau makan, jika mengalami gangguan kesehatan seperti berikut:

a. Kucing Mengalami Permasalahan Sistem Pernafasan

Kucing tidak mau makan bisa disebabkan karena ada gangguan di saluran pernafasannya. Ketika ada masalah di saluran pernafasan bagian atas, fungsi mata dan hidung akan terganggu. Sebaliknya, jika saluran pernafasan bawah terganggu, kucing akan kesulitan bernafas.

Akibatnya, kucing kamu tidak bisa bernafas atau mencium aroma makanan yang kamu berikan sehingga kucing jadi tidak selera makan.

b. Kucing Mengalami Masalah di Saluran Pencernaan

Kucing termasuk hewan dengan sistem pencernaan yang cukup sensitif. Karena hal tersebutlah, kucing rawan mengalami masalah di saluran pencernaan. Misalnya mengalami diare dan muntah.

Ketika kucing mengalami sakit di pencernaan, kucing akan merasa tidak nyaman makan walaupun sudah kamu beri makanan kesukaan.

c. Kucing Terserang Penyakit di Area Mulut

Sama halnya seperti manusia, ketika ada masalah di area mulut, seperti radang gusi, sariawan, gingivitis. Kucing menjadi tidak nyaman saat makan. Alhasil, kucing tidak mau makan karena bisa menyebabkan rasa sakit saat mengunyah makanan.

Selain 3 hal tersebut, masuknya benda asing ke tubuh kucing juga dapat menyebabkan kucing sakit. Misalnya bulu yang ikut masuk ke tubuh kucing saat kucing kamu sedang grooming sendiri.

Bulu-bulu tersebut bisa menyebabkan hairball. Jika dibiarkan akan menyebabkan kucing mengalami masalah di saluran pencernaan, misalnya muntah dan hilang nafsu makan.

Jika kucing kamu mengalami sakit yang cukup serius atau setidaknya 3 hari tidak makan, segera bawa ke dokter hewan. Dengan begitu, dokter hewan bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penanganan sebelum semakin parah.

2. Termasuk Kucing yang Pemilih

Walaupun kucing termasuk hewan yang punya tingkat penasaran yang tinggi, tapi kucing juga cukup pemilih. Beberapa kucing bahkan terlalu picky sehingga hanya mau makan makanan tertentu.

Misalnya, ada kucing yang suka makanan dengan rasa tuna, ada pula yang tidak. Jadi, jangan terlalu kaget ya ketika selera makan kucing kamu berbeda-beda.

Untuk tahu kalau kucing kamu picky, kamu bisa melakukan observasi. Kucing yang pemilih cenderung masih aktif beraktivitas tapi tidak mau makan.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengatasi hal tersebut, tentu kamu perlu berperan aktif. Caranya adalah mengenali kucing kamu dengan baik.

Cari tahu makanan apa yang paling disukai kucing kamu dan yang tidak. Dengan begitu, kucing kamu bisa makan dengan lahap.

Jangan sampai kamu membiarkan kucing tidak makan terutama dalam waktu lama. Jika hal tersebut terjadi, berat badan kucing bisa menurun dan kucing menjadi sakit.

Lihat juga bagaimana efek samping dari makanan yang kamu berikan. Jangan-jangan, setelah makan makanan yang kamu berikan, kucing justru mengalami diare karena sistem pencernaannya sensitif.

Jika hal tersebut kamu temukan, maka mau tidak mau, kamu harus memberi makanan yang sesuai selera dan kondisi kucing.

Di sisi lain, kucing bisa menjadi pemilih karena bosan dengan makanannya. Karena itu, akan lebih baik sesekali mengganti menu makanannya.

Misalnya, hari pertama memberi Whiskas rasa tuna, kemudian hari kedua memberi rasa saba panggang.

Bagaimana jika masih pemilih? Pilih wet food dengan aroma yang kuat. Biasanya, kami mencampurkan antara makanan kering dengan wet food untuk kitten.

Kenapa? Wet food untuk kitten cenderung memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan wet food untuk kucing dewasa. Dengan begitu, nafsu makan kucing akan terpancing dan kucing kamu mau makan.

3. Kucing sedang Stres dan Depresi

Siapa bilang kalau hanya manusia saja yang bisa stres? Faktanya, kucing juga bisa mengalami stres dan depresi lho.

Penyebabnya ada beragam, di antaranya:

  • Kurang familier dengan lingkungan baru.
  • Ada pendatang baru, misalnya keluarga kamu ada yang datang dan menginap atau ada peliharaan baru.
  • Kehilangan teman bermain.

Ketika kucing stres, depresi atau merasa terancam, maka nafsu makan akan berkurang. Alhasil, daya tahan tubuh terganggu dan mudah sakit.

Lalu, bagaimana tanda-tanda kucing yang stres? Kucing yang stres cenderung akan berperilaku seperti berikut:

  • Mengalami gangguan kesehatan, seperti muntah dan diare.
  • Bulu rontok dan mengalami kebotakan.
  • Sering merusak barang, misalnya dengan mencakar-cakar sofa.
  • Menjadi kurang atau lebih agresif dibandingkan sebelumnya.
  • Sering menyendiri.
  • Menjadi lebih sensitif dan enggan untuk disentuh.

Jika kucing kamu menunjukkan gejala tersebut, maka akan lebih baik untuk menciptakan suasana yang nyaman. Kamu bisa memberikan sedikit ruang agar kucing kamu bisa menikmati dunianya sendiri.

Jika tidak mau makan, maka mau tidak mau, kamu harus menyuapi kucing. Dengan begitu, kucing kamu tidak dehidrasi, lemas dan sakit.

4. Kucing Sudah Tua

Semakin tua usia kucing, kebiasaan akan berubah. Misalnya, kucing menjadi lebih pendiam.

Selain itu, kucing akan mengalami penurunan fungsi organ dan gangguan kesehatan seperti:

  • Sistem penciuman dan penglihatan yang tidak setajam dulu.
  • Arthritic yang menyebabkan kucing malas dan susah bergerak.
  • Radang gusi.
  • Stres.

Untuk mengatasinya, maka kamu bisa mulai dengan menciptakan lingkungan yang nyaman untuk kucing. Misalnya tempat yang tidak terlalu berisik.

Kemudian, kamu perlu menyesuaikan makanannya, misalnya apakah kucing kamu perlu diet atau tidak. Untuk ini, kamu perlu mengecek kondisi kucing secara menyeluruh terlebih dahulu di dokter hewan. Dengan begitu, kamu bisa tahu apa yang boleh diberikan dan apa yang tidak.

Jangan lupa untuk menggunakan tempat makan dan minum yang lebih tinggi ya. Kenapa? Karena kucing senior biasanya mengalami masalah pada sendi yang menyebabkan kucing susah untuk menunduk.

Jika tempat makan dan minum mudah dijangkau, kucing kamu bisa makan lebih lahap dan kesehatannya tetap terjaga.

5. Kucing Baru Saja Disteril

Setelah disteril, kucing cenderung akan menyendiri karena merasa tidak nyaman dan sakit pada tubuhnya. Hal tersebut sebenarnya biasa dan bahkan 2-3 hari, kucing bisa beraktivitas seperti semula.

Namun, apa kaitannya antara steril dan nafsu makan pada kucing? Kaitannya adalah sebagai berikut:

Saat disteril, kucing akan dibius dan efek obat bius ini bisa menyebabkan kucing mual. Hal tersebut bisa berlangsung hingga 36 jam tepatnya hingga sisa obat bius keluar dari sistem tubuh kucing.

  • Kucing merasa sakit di bagian perut.
  • Karena penggunaan collar kucing sehingga kucing tidak nyaman.
  • Masih beradaptasi dengan kondisi tubuh sesuai operasi.

Lalu, butuh waktu berapa lama agar kucing bisa makan seperti semula? Umumnya, dibutuhkan waktu hingga 3 hari. Namun, karena kondisi kucing berbeda-beda, bisa jadi, kucing kamu perlu waktu penyembuhan yang lebih lama.

Setelah tahu 5 alasan di atas, jangan langsung panik saat kucing kamu ogah makan ya. Oh ya, kalau kamu menemukan alasan lainnya, kamu bisa memberi tahu kami dengan menuliskannya di kolom komentar. Kami tunggu lho! Yuk, tulis komentarmu sekarang.

You might also like