Strategi Marketing TikTok
Teknologi

Strategi Marketing TikTok

Penasaran bagaimana strategi jualan di TikTok? Simak sepuluh strategi marketing TikTok berikut ini, jualan pasti makin cuan!

Menggunakan Facebook dan Instagram sebagai kanal marketing mungkin sudah biasa, dan hasilnya memang sudah terbukti menguntungkan. Lalu, bagaimana dengan TikTok? Apakah TikTok juga bisa dijadikan sebagai tempat promosi bisnis dan menghasilkan cuan yang menggiurkan?

Meski strategi marketing di TikTok dikenal masih baru dan belum sepopuler marketing di Facebook dan Instagram, tetapi siapa yang menyangkan bahwa potensi dan peluangnya sangat besar, lho! Hal ini didukung dengan data pengguna aktif TikTok yang sudah mencapai angka 500 juta per bulan dan fakta di lapangan berkata bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak unduh TikTok di dunia.

Oleh karena itu, mempromosikan bisnis kamu di TikTok bisa menjadi langkah yang menarik untuk ke depannya. Selain itu, pengguna TikTok diprediksi akan naik terus seiring waktu.

Eits, tapi… tunggu dulu. Tentunya jualan di TikTok tidak sama dengan di Facebook maupun Instagram. Oleh sebab itulah penting bagi kamu untuk mempelajari strategi marketing TikTok terlebih dahulu.

Lantas, apa saja dan bagaimana strategi marketing TikTok itu? Berikut kami berikan 10 strategi marketing TikTok yang bisa bikin jualan kamu makin laris!

1. Beralih ke Akun Bisnis

Strategi pertama dan yang paling mendasar adalah dengan mengalihkan akun kamu dari akun biasa ke akun bisnis di aplikasi TikTok. Mengapa begitu? Pasalnya, akan ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika beralih ke akun bisnis.

Misalnya seperti kamu akan mendapatkan data baik secara keseluruhan maupun mendetail seputar akun dan profile kamu di TikTok, insight-insight menarik tentang para pengikut, data-data konten yang kamu buat, dan sebagainya. Yang mana data-data ini akan sangat berguna bagi para pebisnis supaya bisa mengatur langkah dan strategi marketing selanjutnya.

Sementara untuk caranya beralih ke akun bisnis di TikTok, kamu bisa mencarinya di internet karena tutorialnya sudah tersebar di mana-mana dan bisa kamu akses dengan mudah juga gratis.

2. Cari Ide Konten yang Menarik

Sejak awal, kamu sudah tahu kan seperti apa konten yang ada di TikTok dan bagaimana cara kerjanya? Nah sekarang kamu tinggal brainstorming untuk menemukan ide konten yang tepat. Kamu bisa memanfaatkan berbagai tools-tools yang ada di internet untuk riset kata kunci atau ide konten, sebut saja Ubersuggest atau Ahrefs.

Kemudian olah data hasil riset tadi menjadi sebuah konten. Kamu juga bisa mendapatkan ide konten dari perilaku audiens di bidang bisnis kamu. Atau lakukanlah polling atau tanyakanlah audiens dan followers kamu di media sosial tentang beberapa pilihan topik yang mereka sukai.

Pada dasarnya, ide konten TikTok untuk bisnis tidak akan jauh dari informasi produk, perilisan produk, tutorial, edukasi seputar produk, dan juga hashtag challenge.

3. Ikuti Tren yang Sedang Ramai atau Buat Hashtag Challenge

TikTok sangat erat dengan yang namanya tren dan viral. Cobalah untuk mencari tahu tren apa yang sedang viral, dan lihat peluang apakah kamu bisa menggunakan tren tersebut untuk mempromosikan bisnis kamu.

Selain itu, warga TikTok suka dengan segala hal yang berbau challenge, lebih tepatnya hashtag challenge. Sempat disinggung pada strategi marketing sebelumnya, hashtag challenge adalah sebuah hashtag yang dibuat dengan tujuan untuk menantang orang-orang ikut melakukan sesuatu sesuai dengan hashtag itu sendiri.

Strategi marketing hashtag challenge ini terbilang cukup efektif untuk mempromosikan produk atau bisnis kamu. Beberapa brand dan perusahaan besar bahkan sudah pernah membuktikannya, sebut saja brand fashion Guess yang sukses dengan hashtag challenge #InMyDenim mereka.

4. Gunakan Lagu yang Populer

Strategi marketing TikTok selanjutnya adalah dengan menggunakan lagu yang populer sebagai backsound pada konten-konten video. Strategi satu ini sedikit berkaitan dengan strategi sebelumnya soal tren. Dengan menggunakan lagu yang sedang hits dan viral, maka ada kemungkinan bahwa pengikut dan pengguna lain akan menonton konten video TikTokmu.

Kamu bahkan bisa membuat lagu backsound sendiri dan jika ternyata dinilai enak didengar, lagu kamu tersebut bisa terkenal dan tentunya akan membesarkan nama akunmu juga.

Sementara itu, ada hal yang perlu kamu perhatikan. Bagi para pengguna akun TikTok bisnis, beberapa lagu ada yang tidak bisa digunakan karena adanya kebijakan tentang hak cipta atau copyrights.

5. Buat Caption yang Menarik

Caption merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah postingan di media sosial, termasuk di video TikTok. Cobalah untuk tidak selalu menggunakan caption yang hard-selling, melainkan juga disertai dengan kalimat yang menarik atau edukasi seputar produk yang ada di dalam konten tersebut.

Pastikan kamu juga menuliskan caption yang jelas. Misalnya, jika konten kamu mempromosikan produk pakaian, maka tulislah bahannya terbuat dari kain apa, berapa harganya, dan ada variasi ukuran apa saja yang tersedia.

6. Maksimalkan Penggunaan Hashtag

Sama seperti Instagram, TikTok juga memungkinkan pengguna untuk menambahkan hashtag pada kontennya dan mencari konten berdasarkan hashtag. Oleh karena itu, strategi marketing TikTok nomor lima kali ini adalah dengan memaksimalkan penggunaan hashtag.

Hashtag menjadi salah satu komponen kunci untuk menjaring pengikut dan calon pelanggan baru. Tambahkanlah hashtag yang sesuai dengan konten yang kamu buat.

Kamu bisa menggunakan bantuan tools Hashtag Generator untuk menghasilkan berbagai hashtag. Atau kamu juga bisa melakukan riset melalui explore page TikTok. Salah satu contoh hashtag TikTok populer yang bisa digunakan hampir pada semua konten adalah #fyp.

7. Posting Konten di Waktu yang Tepat

Siapa bilang mengunggah konten di TikTok untuk jualan bisa kapan aja? Memposting video TikTok di sembarang waktu malah akan membuat usahamu menjadi lebih mungkin sia-sia saja. Pasalnya, jika kamu memposting konten di waktu yang tidak tepat, bisa jadi konten tersebut tidak menjangkau cukup banyak orang dan hanya dilihat sedikit orang saja.

Kamu tentu tidak mau kan kalau begitu? Maka dari itu, ketahuilah waktu terbaik untuk posting di TikTok. Untuk caranya sendiri ada berbagai macam, kamu bisa mencari tahu jam FYP TikTok, melakukan riset, hingga memperhatikan perilaku pengguna.

Secara umum, waktu terbaiknya adalah antara pukul jam 10 hingga 1 siang (jam makan siang) dan malam hari. Karena pada jam-jam tersebut biasanya orang-orang mulai dari anak sekolah, mahasiswa, sampai pekerja kantoran mengisi waktu luang mereka dengan membuka media sosial, termasuk TikTok.

8. Tanggapi Komentar Penonton

Menanggapi komentar dan pertanyaan dari penonton juga merupakan strategi marketing TikTok yang tak kalah penting. Mengapa begitu? Karena selain bisa membuat penonton merasa dihargai, hal ini juga bisa meningkatkan engagement akun kamu yang berujung pada dampak positif.

Akan tetapi, bukan berarti semua komentar harus dibalas ya. Balas saja yang kiranya bisa membantu orang lain dan memberikan informasi positif terkait produk atau jasa kamu. Di samping itu, kamu juga bisa berkomentar di postingan orang lain karena bisa meningkatkan brand awareness kamu sendiri.

9. Kerjasama dengan Influencer/KOL

Sudah bukan rahasia lagi bahwa di era digital sekarang ini, influencer atau KOL (Key Opinion Leader) memiliki dampak yang sangat besar dalam meningkatkan penjualan sebuah merek atau perusahaan. Kendati terlihat lebay, tapi para influencer ini memang terbukti bisa membuat pengikutnya membeli dan menggunakan produk yang mereka promosikan.

Hal ini lantas membuat 86% marketer menggunakan jasa influencer demi meningkatkan brand awareness dan penjualan mereka. Salah satu contoh nyata perusahaan yang berhasil menggunakan strategi marketing ini adalah brand jam tangan Daniel Wellington yang mampu meningkatkan penjualan hingga 47000% hanya dalam waktu sekitar tiga tahun. Keren kan?

Akan tetapi, jangan sembarangan pilih influencer. Karena kalau tidak sesuai, yang kamu dapat hanyalah boncos besar. Pilihlah influencer yang sesuai dengan target audiens dan juga tujuan promosi kamu.

10. Coba Pakai TikTok Ads

Dan strategi marketing TikTok yang terakhir adalah dengan menggunakan TikTok Ads. Kamu malas memikirkan segala hal dan printilannya seputar strategi penjualan di TikTok? Asal kamu punya budget, gampang, cobain deh pakai TikTok Ads.

Mirip-mirip seperti Instagram dan Facebook Ads, TikTok Ads menyediakan berbagai jenis iklan yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan tujuan marketing kamu. Kamu bisa mencari informasi soal TikTok Ads dan mempelajarinya lebih lanjut di internet. Strategi marketing beriklan ini bisa menjadi pilihan terakhir sekaligus alternatif dari kesembilan strategi yang sudah disebutkan sebelumnya.

Nah itulah sepuluh strategi marketing di TikTok yang patut kamu coba dari mulai yang gratis, hingga berbayar. Jadi, sejauh ini strategi marketing mana yang sudah pernah kamu coba? Atau kamu mau sharing strategi marketing TikTok versimu sendiri? Jangan ragu corat-coret di kolom komentar, ya!

Tags

You might also like